Bapak, Guru, Tuan, Tuhan

Dr. Daud H. Soesilo, Ph.D

Dalam naskah Perjanjian Baru ada beberapa istilah yang dipakai untuk sapaan. Untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, istilah-istilah itu harus dianalisis komponen maknanya sebelum dipindahkan dan dicarikan padanan yang paling sesuai, umum dan wajar dalam bahasa Indonesia.

Sebagai pembanding dicantumkan beberapa terjemahan dalam bahasa Melayu/Indonesia:

  • Shellabear : Perjanjian Baru karya W. G. Shellbear (1929)
  • TL : Perjanjian Baru Terjemahan Lama karya W.A. Bode (1938)
  • TB : Perjanjian Baru Terjemahan Baru karya tim NBG/LAI (1974)
  • BIS : Perjanjian Baru Bahasa Indonesia Sehari-hari karya tim Lai (1985)

I. Rabbi: kata yang dipinjam dari bahasa Aram ini dipakai untuk menyapa seorang guru agama Yahudi yaitu orang yang dipandang memiliki keahlian menafsir Alkitab, dan juga dipakai untuk menyapa Kristus. Berati orang yang menyapa Yesus dangan sapaan Rabbi menganggap Yesus sebagai seorang guru. Sapaan ini juga digunakan untuk memanggil Yohanes Pembaptis (Yoh 3:26).

Shellabear TL TB BIS
Mat. 23:7 Rabbi Guru Besar Rabi Bapak Guru
Mat. 26:25,49 Guru Rabbi Rabi Bapak Guru
Mrk. 14:45 Guru Rabbi Rabi Bapak Guru
Yoh. 3:26 Guru Rabbi Rabi Pak Guru
Yoh. 1:38 Rabbi (Guru) Rabbi (Guru) Rabbi (Guru) Rabi (artinya guru)
Yoh. 3:26 Rabbi Rabbi Rabi Pak Guru
Mrk. 11:21 Rabbi Rabbi Rabi Bapak Guru
Mrk. 9:5 Rabbi Rabbi Rabi Pak Guru
Mrk. 11:21 Rabbi Rabbi Rabi Bapak Guru

II. Rabbouni: transkripsi Aram ini secara harafiah berarti “guruku” dan biasanya dipakai untuk menyapa guru agama Yahudi dan khususnya pimpinan Sanhedrin yang keturunan Hillel. Sapaan ini lebih terhormat daripada “Rabbi”. Si buta Bartimeus yang disembuhkan oleh Yesus memanggil Yesus Rabbouni (Mrk 10:51); Maria Magdalena menyapa Yesus Rabbouni (Yoh 20:16)

Shellabear TL TB BIS
Mrk. 10:51 Guru Guru Rabuni Pak Guru
Yoh. 20:16 Rabboni (Guru) Rabbuni (Guru) Rabuni (Guru) Rabuni (Guru)

III. Didaskale: merupakan bentuk vokatif—panggilan atau sapaan—yang bentuk nominanya didaskalos dan berasal dari kata kerja Yunani didasko. Kata ini diterjemahkan dengan guru atau pelatih (Yoh. 1;38). Yesus sering disapa dengan didaskale (bnd. Mat 8:19;Mat 12:38;Mat 19:16; Mat 22:16; 24; 36 dll.) Yesus melarang para pengikut-Nya menyalahgunakan istilah Rabbi (guru) dan mereka diperingatkan agar tidak menginginkan dipanggil sebagai Rabbi (Guru), karena hanya ada satu didaskalos (Guru) (Mat 23:7-8).

Shellabear TL TB BIS
Mat. 10:24 Guru Guru Guru Rabi (Guru) Guru Rabi (artinya Guru)
Yoh. 1:38 Rabbi (Guru) Rabbi (Guru) Rabuni (Guru) Rabi (artinya guru)
Mat. 23:7; 8 Guru + Guru kamu Guru Besar + Guru kamu Rabi + Rabimu Bapak Guru + Gurumu

IV. Epistata: bentuk vokatif dari kata Yunani epistates ini merupakan sapaan yang dipakai kepada orang yang berkedudukan tinggi, biasanya diterjemahkan pemimpin atau guru.

Shellabear TL TB BIS
Luk. 5:5 Rabbi Rabbi Guru Bapak Guru

V. Kurie: bentuk vokatif dari kata Yunai kurios yang memilik banyak arti dan penggunaan. Berikut ini beberapa makna kata kurios –baik sebagai sebutan (term od reference), sapaan (term of address) maupun sebagi gelar:

1. Pemilik yang menguasai sebidang tanah, hamba atau budak.

Shellabear TL TB BIS
Luk. 19:33 tuannya Orang yang Orang yang pemiliknya Mempunyai empunya
Mat. 20:8 tuan tuan Tuan pemilik kebun
Kis. 16:16 tuan-tuan tuan-tuan tuan-tuan majikan-majikan
Gal. 4:1 tuan tuan tuan Orang yang mengawasi

2. Majikan:

Shellabear TL TB BIS
Mat. 6:24 tuan tuan tuan Majikan
Mat. 24:50 tuan tuan tuan tuan
Ef. 6:5 tuan tuan tuan tuan

3. Kaisar atau Raja

Shellabear TL TB BIS
Kis. 6:24 Tuan segala tuan dipertuan baginda Kaisar Kaisar
Why. 17:14 Raja segala raja Tuan sekalian tuan Tuan diatas segala tuan Tuhan segala tuan

4. Berhala-berhala (pemakaian ironis)

Shellabear TL TB BIS
1Kor. 8:5 (bnd. Yes. 26:13) dewa-dewa dewa-dewa ‘tuhan’ tuhan

5. Sapaa penghormatan yang ditujukan kepada seorang ayah, suami, tuan, penguasa, mailaikat, orang yang belum dikenal, dan kepada Yesus dalam arti biasa maupun arti yang khusus.

a) ayah

Shellabear TL TB BIS
Mat. 21:29 tuan tuan bapa ayah

b) suami

Shellabear TL TB BIS
1Ptr. 3:6 tuan tuan tuan tuan

c) tuan

Shellabear TL TB BIS
1Ptr. 3:6 tuan tuan tuan tuan
Luk. 13:8 tuan tuan tuan tuan

d) penguasa

Shellabear TL TB BIS
Mat. 27:63 tuan tuan tuan tuan

e) malaikat

Shellabear TL TB BIS
Kis. 10:4 tuan Tuhan Tuhan Tuan
Why. 7:14 Tuan Tuan tuan Tuan

f) orang yang belum kenal

Shellabear TL TB BIS
Yoh. 12:21 Tuan Tuan Tuan Saudara
Yoh. 20:15 Tuan Tuan Tuan Pak
Kis. 16:30 Tuan-tuan Tuan-tuan Tuan-tuan Tuan-tuan
Kis. 9:5 Rabbi Tuhan Tuhan Tuan
Kis. 22.8 Rabbi Tuhan Tuhan Tuan

Yesus disapa kurie oleh orang banyak

Shellabear TL TB BIS
Mat. 8:2 Rabbi Tuhan Tuan PAk
Yoh. 4:11 tuan tuan Tuhan Tuan

Yesus juga disapa kurie oleh pengikut-pengikutnya

Shellabear TL TB BIS
Mat. 8:25 Rabbi Tuhan Tuhan Pak
Luk. 5:8 Rabbi Tuhan Tuhan Tuhan
Yoh. 6:68 Rabbi Tuhan Tuhan Tuhan

g) Dalam Septuaginta dan perjanjian Baru nama Tuhan YHWH diterjemahkan sebagai kurios ‘Tuhan’ (Mat 4:7; Yak 5:11). Adon diterjamahkan ‘Tuhan’ (Mat 22:44); Adonay diterjemahkan ‘Tuhan’ (Mat 1:22); begitu juag Elohim (Allah) diterjemahkan ‘Tuhan’ (1 Ptr 1:25).

Jadi, dalam Perjanjian Baru ada dua pemakaian kurie: pertama, pemakaian yang bersifat umum; kedua penggunaan khusus seperti yang dipakai oleh orang Yahudi dalam Septuaginta. Dalam arti kedua ini kurios “Tuhan’ merupakan gelar bagi Allah dan Kristus, yaitu Yang Berkuasa atas umat manusia.

Sejak awal pelayanan-Nya, Yesus disebut dengan gelar kurios dan disapa kurie (Tuhan) seperti dalam Mat 7:21-22;9:38; 22:41-45; Mrk 5:19. Di hadapan pengikut-pengikut-NYa , Yesus menyebut diri-Nya didaskale (Guru) dan kurie (Tuhan) (Yoh 13:13). Dan Tomas mengakui dan menyapa Yesus sebagai “kurie (Tuhan) dan theos (Allah)” (Yoh 20:28). Sedangkan Petrus dalam khotbahnya menyebut Yesus yang telah bangkit dari kematian sebagai “Kurios(Tuhan) dan Kristos (Raja Penyelamat)” (Kis 2:36).

Sejak itu (kecuali dalam Kis 10:4 dan Why 7:14) berdasarkan data yang ada dalam naskah Yunani Perjanjian Baru, kurie (Tuhan) selalu dipakai oleh umat percaya hanya untuk memanggil Allah dan Yesus Kristus.

Kesimpulannya, setelah membandingkan ke-4 terjemahan Alkitab dalam bahasa Melayu dan Indonesia, terjemahan yang memadai adalah terjemahan yang mengalihbahasakan istilah-istilah dari sumber menurut makna dan fungsi kontekstualnya, lalu menggunakan padanan yang umum dan wajar dalam bahasa sasaran. Jadi, sesuai dengan konteksnya, Yesus dapat disapa dengan Pak, Bapak, Guru, atau Pak Guru, Tuan atau Tuhan.

Rujukan Pustaka

  • Achtemeir, Paul J. (ed.). 1985. Harper’s Bible Dictionary. Sanfranscisco:Harper & Row
  • Arndt, William F.; Gingrich, F. Wilbur; dan Danker, Frederick W. 1979. A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Chritian Literature. Edisi ke-2. Chicago: University of Chicago.
  • Buttrick, George A. (ed.).1962. The Interpreter’s Dictionary of Bible. Vol. 4. Nashville: Abington.
  • Le’on-Dufour,Xavier. 1990. Ensiklopedi Perjanjian Baru. SaduranStefanLeks dan A. S. Hadiwinata. Yogyakarta: Kanisius.
  • Louw, Johannes P. dan Nida, Eugene. 1998.Greek-English Lexicon of the New Testament Based on Semantic Domains. Vol 1 & 2. New York; United Bible Societies.

Sumber: Forum Biblika no 4